Saat ini sering saya dengar keluhan ibu-ibu mengenai kurikulum pembelajaraan yang sudah berubah. Kalau pada jaman SD tahun 90 an, siswa kelas 1 dan 2 baru diajarkan membaca dan menulis, namun berbeda untuk siswa SD jaman sekarang. Ketika memasuki SD, buku pelajaran yang dibagikan sudah berupa teks, dan mau tidak mau siswa dituntut sudah bisa membaca. Bahkan ada beberapa Sekolah dasar yang mencantumkan syarat masuk sekolah yaitu harus sudah bisa membaca.
Eits... jangan pesimis dulu ya bu..
Semoga bermanfaat..
![]() |
| sumber : pixabay |
Lalu apa langkah yang diambil oleh ibu yang tidak sempat mengajarkan anaknya?
Yup, sebagian besar mengambil keputusan mempercayakan anaknya ke tempat les membaca. Sudah banyak tempat bimbingan belajar khusus mengajarkan cara membaca cepat, namun harus menyiapkan dana yang cukup, karena biaya les tidaklah murah.
Untuk para ibu rumah tangga seperti saya, mungkin tidak mengganggarkan uang belanja untuk biaya les anak namun punya waktu untuk menjadi guru membaca untuk anak sendiri. Berikut trik untuk menumbuhkan minat belajar membaca anak:
Waktu yang tepat untuk belajar membaca yaitu saat anak berumur 5 tahun, namun mengenalkan huruf bisa dilakukan sejak dini mulai umur 3 atau 4 tahun. Bukan dipaksa tapi dilakukan sembari bermain.
Misalnya bernyanyi abjad, menyebutkan huruf awal mainan atau benda sekitarnya, menulis huruf di udara dan sejenisnya.
Kalau ingin anak suka membaca, belikanlah buku. Buku yang seperti apa? Ya buku yang menarik anak-anak, berwarna mencolok dan kalau bisa bergambar karakter favoritnya. Untuk harga relatif tergantung tempat membeli. Di toko buku biasa saya mendapatkan harga Rp.6.000 untuk 1 buku mewarnai batman yang dibawahnya berisi huruf yang bisa dieja sembari mewarnai karakter favoritnya.
Anak akan lebih mudah belajar membaca saat dia belajar menulis. Langkah awal yaitu membelikan buku kotak besar yang banyak tersedia di toko alat tulis. Pada kotak pertama beri contoh huruf, hari pertama dimulai dari huruf "a" kemudian minta anak menyelesaikan hingga penuh, hari selanjutnya huruf "b". Lakukan rutin setiap hari 1 jam saja agar anak terbiasa melakukan rutinitas belajar. Setelah abjad dikuasai lanjutkan dengan suku kata "ba,bi,bu,be,bo", "ca,ci,cu,ce,co", dan seterusnya
Setelah anak mengenal suku kata, maka lanjutkan dengan merangkai suku kata menjadi kata sederhana misalnya " ba-bi", "bu-ku" dan seterusnya. Beri tugas untuk menuliskannya di buku. Lakukan juga saat anak sedang melakukan aktifitas sehari-hari. Misal saat menonton TV kesukaan DORA minta dia untuk mengejanya "D-O-R-A", atau saat mandi minta dia mengeja "B-U-S-A.
Saat dia menyelesaikan dengan baik tugas yang diberikan, berikan banyak pujian atau beri hal yang dia inginkan. Hal yang kecil saja seperti memberikan kue kesukaan atau boleh menonton acara TV favorit. Pujian dan hadiah akan menjadi letupan semangat untuk si kecil dalam melanjutkan tahapan belajarnya.
Kenalkan huruf sejak dini.
Waktu yang tepat untuk belajar membaca yaitu saat anak berumur 5 tahun, namun mengenalkan huruf bisa dilakukan sejak dini mulai umur 3 atau 4 tahun. Bukan dipaksa tapi dilakukan sembari bermain.
Misalnya bernyanyi abjad, menyebutkan huruf awal mainan atau benda sekitarnya, menulis huruf di udara dan sejenisnya.
Membelikan buku bergambar atau buku mewarnai karakter kesukaannya.
Kalau ingin anak suka membaca, belikanlah buku. Buku yang seperti apa? Ya buku yang menarik anak-anak, berwarna mencolok dan kalau bisa bergambar karakter favoritnya. Untuk harga relatif tergantung tempat membeli. Di toko buku biasa saya mendapatkan harga Rp.6.000 untuk 1 buku mewarnai batman yang dibawahnya berisi huruf yang bisa dieja sembari mewarnai karakter favoritnya.
Latih menulis abjad sejak umur 5 tahun.
Anak akan lebih mudah belajar membaca saat dia belajar menulis. Langkah awal yaitu membelikan buku kotak besar yang banyak tersedia di toko alat tulis. Pada kotak pertama beri contoh huruf, hari pertama dimulai dari huruf "a" kemudian minta anak menyelesaikan hingga penuh, hari selanjutnya huruf "b". Lakukan rutin setiap hari 1 jam saja agar anak terbiasa melakukan rutinitas belajar. Setelah abjad dikuasai lanjutkan dengan suku kata "ba,bi,bu,be,bo", "ca,ci,cu,ce,co", dan seterusnya
Mengeja Dua Suku Kata
Setelah anak mengenal suku kata, maka lanjutkan dengan merangkai suku kata menjadi kata sederhana misalnya " ba-bi", "bu-ku" dan seterusnya. Beri tugas untuk menuliskannya di buku. Lakukan juga saat anak sedang melakukan aktifitas sehari-hari. Misal saat menonton TV kesukaan DORA minta dia untuk mengejanya "D-O-R-A", atau saat mandi minta dia mengeja "B-U-S-A.
Beri penghargaan dari setiap pencapaian yang dilakukan anak.
Saat dia menyelesaikan dengan baik tugas yang diberikan, berikan banyak pujian atau beri hal yang dia inginkan. Hal yang kecil saja seperti memberikan kue kesukaan atau boleh menonton acara TV favorit. Pujian dan hadiah akan menjadi letupan semangat untuk si kecil dalam melanjutkan tahapan belajarnya.
"Ngomong sih gampang, prakteknya susah bu.."
Eits... jangan pesimis dulu ya bu..
Untuk anak tertentu yang tanda kutip susah diatur, agak keras kepala dan tidak mau menurut awalnya akan sangat sulit.
Anak saya sendiri adalah tipe anak super aktif, bahkan awal-awal mengajar baru selesai 1 kotak sudah berlari kesana kemari. Butuh waktu berjam-jam bahkan sampai 2 hari untuk menyelesaikan 1 huruf untuk 1 halaman buku kotak.
Beri pilihan sulit misalnya apabila tidak diselesaikan maka tidak diperbolehkan menonton acara TV kesukaannya.
Kuncinya rutin, sabar dan disiplin.
Semoga bermanfaat..

Posting Komentar untuk "Agar Anak Suka Belajar Membaca"