Cara Saya Mendidik Anak Jaman Now


Masih teringat didikan orang tua ketika saya masih kecil.
Ketika asyik bermain hingga lupa waktu, ibu segera menghampiri dengan wajah merengut sambil membawa sapu. Adegan selanjutnya bisa dibayangkan sendiri kan :)
Saat melawan perkataan bapak, tidak segan-segan hukuman fisik dan mental diberikan tanpa ampun..

Sempat berpikir, apa mereka tidak menyayangi saya sehingga saya diperlakukan seperti itu?
Dan, semua terjawab saat saya beranjak dewasa dimana diri merasa menjadi pribadi yang mandiri dan tangguh.

Namun jaman telah berubah..
Pola didikan seperti jaman 90'an sudah jarang ditemukan lagi saat ini.
Bahkan bisa jadi bapak saya kena kasus hukum apabila masa kecil saya dulu terjadi di masa sekarang. Hehe..

Ketika teknologi sudah maju, perubahan perilaku anak jaman now pun berbalik 180 derajat.
Apabila jaman dulu orang tua adalah orang yang paling dihormati dan ditakuti, jaman sekarang ya kebalik. Malah tidak jarang anaklah obyek yang ditakuti oleh orang tua

Sudah banyak kasus yang saya temui dimana anak mengancam orang tua apabila kemauannya tidak dipenuhi.
Siapa yang disalahkan? Sudah pasti orang tua kan..
Menjadi orang tua di era globalisasi saat ini jauh lebih sulit dari jaman kanak-kanak saya dulu.
Ketika saya sudah menjadi ibu, tantangan itu pun saya rasakan.
Berikut pengalaman dan cara saya dalam mendidik putra saya

Tidak Dimanja Secara Berlebihan

Lahir sebagai anak pertama dan satu-satunya cucu dari kedua pihak keluarga, hal yang paling saya khawatirkan dari putra saya adalah kasih sayang berlebihan sehingga dia menjadi anak yang manja.

Tidak ada yang salah dengan memanjakan dan menyayangi si kecil namun baiknya diperlakukan sewajarnya. Ketika dia terjatuh dan menangis karena kesalahannya sendiri, jangan pernah menyalahkan benda apapun sebagai upaya untuk menenangkannya. Contohnya : "adik jatuh ya, lantainya nakal, pukul aja yuk", "temboknya nakal, tinju aja"

Saya percaya dengan pola menyalahkan benda lain  maka ia akan tumbuh menjadi anak yang manja dan tidak bertanggungjawab. Tentunya dia akan suka menyalahkan benda atau bahkan orang lain untuk kesalahan yang sebenarnya dilakukannya sendiri.

Cukup katakan "hati-hati ya, kalau tidak nanti adik jatuh seperti tadi" atau tanyakan "kenapa adik bisa jatuh? lari-lari ga liat jalan kan?"
Jangan sampai kita memberi celah untuk pengaruh buruk dari efek memanjakan yang berlebihan

Membatasi Keinginannya Untuk Mendapatkan Dan Memiliki Sesuatu

Mungkin banyak yang mengalami kondisi anak tantrum?

Tak jarang orang tua melakukan segala cara untuk meredakannya, termasuk memenuhi keinginannya dan membelikan sesuatu yang disukainya.

Ketika semua keinginan si kecil selalu kita penuhi sejak masih bayi, jangan terkejut ia akan tumbuh menjadi pribadi manja dan keras kepala.

Saat dia memiliki banyak keinginan, beri pilihan sehingga dia merasa memiliki hak menentukan.
Misalnya ketika berbelanja ke minimarket. Semenjak umur 3 tahun saya terbiasa memberi pilihan pada anak saya. Saya hanya memperbolehkan dia memilih 2 item barang yang sangat dia inginkan. Bukan bermaksud pelit pada anak, namun cara ini untuk memberi tanggung jawab sehingga dia akan menghabiskan makanan, atau menggunakan barang yang dibeli secara bijak. Ketika dia bingung menentukan pilihan, tugas kita membantu dengan jenis barang , "Satya mau susu kemasan, eskrim atau cemilan".

Untuk barang atau mainan yang harganya mahal, tidak langsung saya belikan. Hanya moment tertentu seperti Ulang Tahunnya atau kenaikan sekolah.
Dengan perlakuan yang konsisten, tentunya si kecil akan terbiasa mengendalikan keinginannya dan berlanjuthingga dewasa kelak.

Mengajarkan Disiplin Sedini Mungkin

Ketika masih bayi, sedini mungkin saya ajarkan disiplin pada Satya. Mulai dari waktu tidur malam, Aturan di rumah ketika lampu sudah dipadamkan berarti saatnya untuk tidur. Tidak ada toleransi untuk bermain lagi.
Ketika beranjak balita, mulai menambah aturan-aturan sederhana diantaranya:

  • Saat makan harus dilakukan dengan duduk
  • Tidur siang dijadwalkan secara teratur.
  • Membuang sampah selalu pada tempat sampah.
  • Mencuci tangan sebelum makan
  • Menggosok gigi sebelum tidur
Berlanjut saat sudah bersekolah Satya sudah terbiasa menjadwalkan waktunya sendiri. Mulai Bangun tidur, sekolah, makan,tidur siang, belajar, menonton televisi, bermain, dan seterusnya. Saya hanya bersifat mengingatkan.
Selain disiplin waktu, ajari juga pekerjaan ringan seperti merapikan tempat tidur, mencuci piring setelah makan, menyapu saat mengotori lantai, dan lainnya

Saya yakin pasti ada diantara para ibu yang beranggapan sangat sulit dalam mengatur anak, namun poin penting disini adalah sikap TEGAS dan KERJASAMA  dengan suami atau keluarga yang tinggal serumah.
Apabila salah satu anggota keluarga ada yang membela sifat buruk anak, segigih apapun ibu berjuang itu akan percuma karena anak akan merasa memiliki pelindung dan seenaknya melakukan perbuatan buruk kembali.

1 komentar untuk "Cara Saya Mendidik Anak Jaman Now"