Hal Kecil Yang Berdampak Besar Dalam Pola Asuh Anak

Sumber : Pixabay

Memiliki buah hati merupakan kebahagian sekaligus kebanggaan tersendiri untuk para orang tua.
Dengan memiliki anak, orang tua memiliki peranan sangat besar dalam mendidik dan mengasuhnya.

Pola asuh setiap orang tua berbeda-beda, namun tujuannya sama yaitu ingin anak tumbuh menjadi anak yang baik, cerdas, sehat, dan bisa membanggakan orang tua.

Alih-alih berharap anak bisa tumbuh kembang dengan baik, terkadang beberapa kejadian membuat orang tua galau dan putus asa menghadapi putra putrinya.

Ternyata kebanyakan terjadi karena hal-hal kecil yang dilakukan oleh orang tua itu sendiri lho..
Entah disadari ataupun tidak, hal tersebut mempengaruhi karakter dan sikap si anak.

Yuk disimak apa saja hal kecil yang berdampak besar yang dimaksud:

😊 "Maem aci dulu ya dik, anti aek obing beli es tim"

Anak sedang lucu-lucunya adalah ketika ia berumur 1-2 tahun. Terlebih ketika ia baru belajar mengenal kata, merangkainya dan berbicara sesuai kemampuannya. Pasti karena keterbatasannya dalam berbicara menimbulkan bahasa cadel yang terdengar lucu dan menggemaskan.
Sudah bisa dipastikan orang-orang sekitarnya akan meniru dengan maksud untuk menyesuaikan.

Misalkan:
naik mobil = aek obing
es krim = es tim
makan nasi = maem aci
minum susu = mik cucu

Kalo memakai bahasanya sekali-sekali okelah buat lucu-lucuan.
Tapi kalau dilakukan terus menerus hal tersebut hanya akan menyulitkan balita dalam belajar berbicara lho..
Dia tidak akan mengerti bahasa yang sebenarnya dan terus beranggapan bahwa bahasanyalah yang benar.
Pernah lihat anak yang sudah masuk taman kanak-kanak bahkan SD kelas 1 masih kesulitan berbicara dengan benar (cadel).

Ga mau kan anak kita seperti itu?

Caranya yaitu ajari selalu si kecil mengeja setiap kata dengan benar dan artikulasi yang jelas termasuk pemakaian kata dengan huruf "R".
Kalaupun dia belum mampu menirukan dengan jelas itu tidak masalah.
Dia akan melakukannya dengan sempurna seiring dengan waktu, karena dia sudah terbiasa mendengarkan kata atau kalimat dari orangtuanya dengan benar.


😊 "Namanya Juga Anak-Anak"

Si kecil bertengkar kemudian memukul temannya saat bermain karena berebut mainan
Ketika bertamu,  anak kita berlarian kesana kemari sehingga perabotan menjadi berantakan
Saat banyak orang, anak berteriak-teriak dan menirukan kata-kata buruk

Sudah bisa ditebak pasti sebagian besar ada yang dengan nada sok bijak berkata " namanya juga anak-anak"
Umur mereka memang masih muda dan belum mengetahui mana perbuatan baik atau yang tidak patut dilakukan.
Apakah kita akan selalu memaklumi dan membiarkan perbuatan buruk yang dilakukan dengan dalih mereka masih anak-anak?
Atau bahkan hanya menertawakan karena itu perbuatan lucu yang wajar dilakukan anak-anak?

Jangaannn.....

Justru saat yang paling tepat yaitu mengoreksi perbuatannya setelah melakukan kesalahan.
Si kecil akan mengetahui dan mengingat bahwa apa yang sudah dilakukannya itu salah dan membahayakan atau menyakiti orang lain.

Untuk kasus anak yang sulit dikasi tahu dengan perkataan, apabila diperlukan bisa diancam dengan memberi hukuman apabila melakukan hal buruk tersebut dikemudian hari.
Apabila perbuatan atau perkataan buruk terjadi lagi, hukuman tersebut harus benar-benar diberikan.
Bukan dalam bentuk kekerasan ya.
Bisa dalam bentuk tidak mengijinkan menonton film kesayangannya, atau menyita sementara mainan kesukaannya.

Poin pentingnya harus tegas, jangan sampai hanya ancaman di mulut saja lho.
Si kecil akan beranggapan  " ah paling ibu cuma ngancam aja", "ah paling bapak ga bakal berani kasi hukuman"
Itu akan lebih bahaya lagi, anak akan tumbuh menjadi anak yang bandel dan semakin sulit diatur.


😊 "Jangan Nangis ya, nanti dibelikan ....."

Menghadapi si kecil yang rewel dan menangis, seringkali orang tua mengambil jalan pintas yaitu membelikan barang atau makanan yang disukainya.

Hayooo... Ada yang melakukan hal ini????

Mulai sekarang diminimalisir ya, kalau ga bakal berabe kedepannya..
Kebiasaan orang tua menyogok anak dengan membelikan barang untuk meredakan tangisan, bisa berdampak buruk untuk tumbuhkembangnya lho.

Ga mau kan anak menjadi pribadi cengeng yang memanfaatkan tangisan untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkannya.

Cara saya meredakan tangisan anak yaitu dengan membiarkan dan memberi kesempatan si kecil menangis untuk meluapkan emosinya.. setelah dirasa cukup,  dekati dan peluk.
Alihkan perhatian dan ajak bercanda dijamin tangisan akan berubah menjadi senyuman..


Masih banyak lagi hal-hal kecil yang berdampak besar untuk tumbuh kembang anak..
Dibahas pada artikel selanjutnya ya..

Posting Komentar untuk "Hal Kecil Yang Berdampak Besar Dalam Pola Asuh Anak"